Dalam rangka memenuhi kebutuhan listrik, maka pada tahun 1957 PLN bertugas menyelenggarakan rencana pembangunan Waduk Ir. H. Djuanda untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Secara keseluruhan Waduk Ir. H. Djuanda berfungsi untuk mengurangi banjir yang melanda daerah subur di Pantai Utara Jawa Barat seluas + 20.000 ha, penyediaan air untuk irigasi teknis seluas 242.000 ha, penyediaan air baku minum bagi PDAM Kabupaten/Kota maupun PAM DKI dan industri sebanyak + 600 juta m3/tahun, penyediaan air untuk budidaya perikanan tangkap dan KJA (Keramba Jaring Apung) di dalam waduk, di sawah (mina padi), serta tambak air payau di sepanjang Pantai Utara Jawa Barat dengan potensi seluas + 20.000 ha, dan pembangkit tenaga listrik berkapasitas 187,5 MW. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara debit air yang keluar dari turbin terhadap daya dan produksi listrik yang dihasilkan dengan persamaan regresi, mengoptimalkan daya dan produksi listrik terhadap debit air yang dikeluarkan lewat turbin untuk irigasi pertanian, serta untuk menganalisis efisiensi produksi listrik berdasarkan jumlah debit air dan daya yang digunakan pada turbin. PLTA bekerja dengan cara mengubah energi yang disebabkan gaya jatuh air untuk menghasilkan listrik. Turbin mengkonversi tenaga gerak jatuh air ke dalam daya mekanik. Kemudian generator mengkonversi daya mekanik dari turbin tersebut ke dalam tenaga elektrik. Pada PLTA Ir. H. Djuanda saat ini terpasang daya sebesar 187,5 MW dan produksi rata-rata per tahun adalah 900 juta kWh. Hasil produksi tenaga listrik dijual kepada PT PLN (persero). Sampai saat ini produksi listrik masih merupakan andalan pendapatan Perum Jasa Tirta II (PJT II), yang mencapai + 65 % dari seluruh pendapatan perusahaan. Tahapan penelitian dibagi menjadi dua; 1).Tahap Pengumpulan Data, yaitu dari lokasi studi dan kantor pusat Perum Jasa Tirta II (PJT II) sebagai pengelola PLTA Ir. H. Djuanda, 2). Tahap Pengolahan Data, yaitu dengan bantuan aplikasi pengolahan data Microsoft office Excel 2007 untuk memperoleh hubungan regresi antara debit air yang keluar dari turbin terhadap daya dan produksi listrik yang dihasilkan. Selain itu, juga akan dianalisis besar efisiensi produksi listrik. Berdasarkan analisis yang dilakukan, dapat diketahui bahwa hubungan antara produksi listrik berbanding lurus dengan tinggi muka air, debit air, dan daya yang digunakan. Semakin tinggi muka air dalam waduk, maka semakin banyak debit air yang dikeluarkan, sehingga semakin besar juga daya dan jumlah produksi listrik yang akan dihasilkan. Dari hasil pengolahan data diperoleh rata – rata daya aktual = 104,77 MW, dan energi potensial rata-rata = 117,66 MW, sehingga besar efisiensi rata – rata produksi listrik tahun 2009 mencapai 89.04 %.
Terkadang untuk mencari kebahagiaan itu harus menempuh jalan yang sangat berat. Kalau teman-teman melihat indahnya keramik, maka untuk mencari kebahagiaan itu pun tidak jauh dari situ. Keramik bisa jadi indah setelah dia mendapatkan tekanan-tekanan yang keras sewaktu pembuatan. Mulai dari dibanting, Ditindih dengan benda-benda yang berat, diputar sampai pusing, di iris, Ditekan sehingga diperoleh bentuk yang diinginkan, dijemur sampai kering, dan yang paling menyakitkan adalah dibakar sampai dengan suhu 1500oC. Tapi teman-teman bisa lihat sendiri bagaimana hasil akhirnya?
Keramik itu jadi indah, mahal, menarik, dan menjadi sangat bermanfaat buat kita. Keramik bahkan semakin kuat ketika digunakan sebagai wadah dalam penyajian Sup atau makanan lainnya yang masih dalam kondisi panas.
Kenapa dia bisa kuat?
Karena dia berhasil dengan sabar, tabah, ikhlas, dan percaya pada sang Penciptanya pada saat dia diberikan cobaan, siksaan hidup yang begitu keras.
Kenapa dia jadi indah dan disukai banyak orang?
Karena dia menunjukkan, dan memmperlihatkan sesuatu yang sangat berguna buat orang lain. Dengan segala bentuk dan wujudnya, maka dia menjadi sangat bermanfaat dan sangat dibutuhkan oleh manusia.
Itulah penyebabnya kenapa dia disukai oleh manusia, bahakan untuk memilikinya, sang manusia rela mengeluarkan uang dalam jumlah tertentu...
Jadi, teruntuk pada para sahabat-sahabat yang yang sedang mengalami berbagai jenis masalah dalam mengarungi luasnya Samudra Kehidupan, ingatlah bahwa seberat apapun cobaan yang datang, hadapilah dengan ikhlas, sabar, tabah, dan tetap percaya pada sang Pencipta yaitu Allah swt. Sesungguhnya Allah tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan hambanya. Allah maha pengasih, penyayang dan maha segalanya. Dan hanya kepada Dialah kita meminta dan berdo`a agar diberikan kekuatan melebihi kekuatan tanah waktu dibuat menjadi keramik. Dan jadilah orang yang berguna buat orang lain.
Mungkin filosofi pembuatan Keramik tadi bisa kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Terutama dalam menghadapi cobaan dan masalah yang berat buat kita, tekanan, dan masalah apapun itu. Karena memang selama kita hidup pasti akan ada masalah yang akan kita hadapi.
Jaga Istiqomah, Perkuat Keyakinan, Berpikiran Positif pada masalah, Berikan dia Senyuman, Tetap Semangat dan selalu dekatkan diri pada Allah, maka semua akan berakhir lebih Indah dari yang kita bayangkan. Be Brave, Be Smart, Be Istiqomah, Be Smile with Fun.